Business
Kolaborasi Strategis DBS Indonesia dan Sucden Coffee, Kucuran Dana US$ 20 Juta Demi Perkuat Ekosistem Kopi Berkelanjutan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com PT Bank DBS Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung praktik bisnis yang berwawasan lingkungan dan sosial. Langkah konkret terbaru yang diambil adalah penyaluran fasilitas pembiayaan berkelanjutan pre-shipment dengan nilai fantastis mencapai US$ 20 juta kepada Sucden Coffee Indonesia. Kesepakatan finansial ini tidak hanya sekadar transaksi perbankan biasa, melainkan sebuah manuver strategis yang ditujukan untuk menyuntikkan modal kerja krusial bagi rantai pasok kopi di tanah air, khususnya bagi para petani kopi lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anthonius Sehonamin, selaku Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari visi bank untuk memperkokoh rantai pasok pertanian Indonesia. Menurutnya, pembiayaan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan adalah kunci untuk memajukan industri kopi nasional sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi para petani yang menjadi tulang punggung industri ini.
Mekanisme dan Manfaat Pembiayaan Pre-Shipment

Fasilitas pembiayaan pre-shipment yang diberikan memiliki peran vital dalam siklus perdagangan komoditas. Melalui skema ini, para petani dan UMKM mendapatkan akses likuiditas atau pendanaan pada tahap pra-ekspor. Hal ini menjadi solusi atas tantangan klasik yang sering dihadapi petani, yaitu kesenjangan arus kas sebelum masa panen atau pengiriman barang. Dengan adanya dana segar di awal, arus kas menjadi jauh lebih stabil. Stabilitas finansial ini memungkinkan para pemasok untuk fokus meningkatkan kapasitas produksi mereka guna memenuhi permintaan pasar yang terus melonjak, baik dari pasar domestik maupun kebutuhan ekspor di pasar global.
Komitmen Jangka Panjang Sucden Group
Dari sisi penerima fasilitas, Elliott Commissaire, Chief Financial Officer Sucden Coffee, menyambut positif dukungan finansial ini. Ia menyatakan bahwa fasilitas ini akan secara signifikan meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam memberikan dukungan finansial yang tepat waktu kepada para pemasoknya. Kemitraan dengan Bank DBS Indonesia ini dinilai sejalan dengan misi Sucden untuk membangun rantai nilai kopi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Lebih jauh, pendanaan ini menjadi kepingan penting dalam melengkapi peta jalan visi keberlanjutan Sucden Group 2050. Dalam kerangka kerja jangka pendek, Sucden memiliki target ambisius yang meliputi:
- Penyelenggaraan pelatihan rutin tahunan bagi petani kecil mengenai praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices).
- Peningkatan proporsi volume perdagangan kopi yang telah bersertifikat atau terverifikasi berkelanjutan.

Dampak Luas bagi Ekosistem
Sinergi antara DBS dan Sucden ini diharapkan menjadi katalisator bagi inisiatif keberlanjutan yang sedang berjalan. Dukungan ini melampaui sekadar peningkatan kapasitas produksi; ini adalah tentang memperkuat fondasi praktik usaha yang berkelanjutan yang membawa dampak positif jangka panjang bagi seluruh ekosistem rantai pasok kopi.
Sebagai catatan tambahan, inisiatif ini bukanlah langkah pertama Bank DBS Indonesia dalam sektor kopi berkelanjutan. Sebelumnya, bank ini telah menunjukkan konsistensinya melalui pemberian pendanaan dengan skema blended finance kepada Adena Coffee, sebuah wirausaha sosial yang berfokus pada konservasi dan pengelolaan kopi. Adena Coffee juga tercatat sebagai penerima dana hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024, yang semakin membuktikan keseriusan DBS dalam memberdayakan wirausaha sosial untuk memperluas dampak positif mereka bagi lingkungan dan masyarakat.







