Lifestyle
Mitos Detoks Jus untuk Kulit Cerah: Tinjauan Medis dan Pola Makan Sehat Menurut Ahli Gizi

Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Belakangan ini, tren diet detoks dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran semakin populer di masyarakat. Banyak yang percaya bahwa metode ini merupakan cara instan untuk membuang racun dari dalam tubuh serta mendapatkan kulit yang lebih bersih, cerah, dan tampak bercahaya (glowing). Namun, fenomena ini mendapatkan tanggapan serius dari para ahli kesehatan. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Diana Felicia Suganda, memberikan penjelasan mendalam mengenai efektivitas dan keamanan tren tersebut dari sudut pandang medis.
Menurut dr. Diana, meskipun jus buah dan sayuran kaya akan vitamin dan serat yang baik bagi kesehatan, menjadikannya sebagai satu-satunya asupan makanan selama beberapa hari adalah tindakan yang kurang tepat. Jus seharusnya diposisikan sebagai tambahan atau pelengkap dalam pola makan harian, bukan sebagai pengganti makanan utama. Tubuh manusia membutuhkan keseimbangan nutrisi yang makro dan mikro untuk berfungsi secara optimal. Jika seseorang hanya mengandalkan jus, tubuh akan mengalami kekurangan kalori, protein, dan karbohidrat kompleks yang sangat krusial bagi metabolisme.
Lebih lanjut, dr. Diana meluruskan persepsi masyarakat mengenai istilah “detoks”. Banyak orang menganggap bahwa tubuh memerlukan intervensi khusus seperti diet jus ketat untuk mengeluarkan racun. Padahal, secara biologis, tubuh manusia sudah dilengkapi dengan sistem detoksifikasi alami yang bekerja setiap saat. Organ-organ vital seperti ginjal membuang racun melalui urine, usus melalui proses buang air besar, dan kulit melalui keringat. Selama organ-organ ini berfungsi dengan baik, tubuh tidak memerlukan diet ekstrem untuk membersihkan diri.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan cerah, kunci utamanya bukanlah detoks jus, melainkan pola makan dengan gizi seimbang. Nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B, dan mineral zinc memegang peranan besar dalam menjaga kesehatan jaringan kulit. Selain itu, dr. Diana menyarankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat olahan (seperti tepung-tepungan). Dengan membatasi asupan gula, peradangan pada kulit dapat berkurang, sehingga kulit akan tampak lebih bersih secara alami.
Kesehatan kulit juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup secara menyeluruh. Selain menjaga asupan makanan, faktor pendukung lainnya adalah kecukupan hidrasi melalui air putih, kualitas tidur yang baik, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Dengan menerapkan pola hidup sehat yang konsisten dan seimbang, manfaat kecantikan kulit akan bertahan lebih lama dan lebih sehat dibandingkan hanya mengikuti tren diet sesaat yang berisiko bagi kesehatan tubuh secara umum.







