Connect with us

Lifestyle

Tren Sea Moss Sebagai Superfood Favorit Influencer dan Segudang Manfaatnya

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Belakangan ini, dunia kesehatan dan kebugaran tengah diramaikan oleh popularitas sea moss atau lumut laut. Berkat promosi dari berbagai figur publik dan influencer gaya hidup sehat di media sosial, tanaman laut ini mendadak naik daun dan dilabeli sebagai superfood baru yang wajib dicoba. Namun, apa sebenarnya sea moss ini?

‎Secara biologis, sea moss adalah jenis alga laut merah (red algae) yang tumbuh subur di perairan samudra. Tanaman ini memiliki karakteristik fisik yang unik, dengan batang tipis dan percabangan kecil yang bergerombol menyerupai kipas. Warnanya pun sangat variatif secara alami, mulai dari hijau kekuningan, merah tua, hingga ungu gelap.

‎Transformasi dari Industri ke Konsumsi Langsung

‎Sebenarnya, keberadaan sea moss dalam kehidupan manusia bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, dunia industri telah memanfaatkannya sebagai bahan baku utama pembuatan carrageenan—zat pengental alami yang sangat populer. Tanpa kita sadari, kita mungkin sering mengonsumsi turunan sea moss ini dalam produk sehari-hari seperti es krim, susu nabati, keju cottage, hingga jeli. Bahkan, manfaatnya meluas ke produk non-pangan seperti pasta gigi, susu formula bayi, hingga semir sepatu.

‎Namun, tren terkini telah mengubah cara pandang orang terhadap alga ini. Kini, sea moss tidak lagi hanya diekstrak, melainkan diolah menjadi gel (sea moss gel) untuk dikonsumsi langsung. Gel ini memiliki tekstur yang mirip dengan daging lidah buaya, sehingga sangat mudah dicampurkan ke dalam smoothie, jus, atau bahkan dimakan begitu saja sebagai suplemen harian.

‎Profil Nutrisi yang Padat

‎Alasan utama sea moss digemari adalah profil nutrisinya yang mengesankan. Melansir data dari WebMD, tanaman ini merupakan gudang mineral alami. Di dalamnya terkandung Vitamin B2, Kalsium, Yodium, Kalium, Sodium, Magnesium, dan Seng.

‎Keunggulan lainnya adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah. Dalam takaran dua sendok makan, sea moss hampir tidak mengandung lemak, gula, maupun protein yang signifikan. Hal ini menjadikannya suplemen ideal bagi mereka yang sedang menjalani diet ketat atau pola makan berbasis nabati (plant-based), di mana asupan mineral sering kali menjadi perhatian utama.

‎Manfaat Kesehatan yang Menjanjikan

‎Berdasarkan ulasan medis dari Cleveland Clinic, konsumsi rutin sea moss menawarkan berbagai potensi manfaat kesehatan:

‎Kesehatan Kardiovaskular: Kandungan serat dalam sea moss berperan aktif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga stabilitas tekanan darah. Selain itu, serat ini juga membantu mengontrol kadar gula darah, yang sangat krusial bagi kesehatan jantung jangka panjang.

‎Harmonisasi Sistem Pencernaan: Sebagai sumber serat dan senyawa bioaktif, sea moss bertindak layaknya prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus. Keseimbangan mikrobioma ini penting untuk mencegah masalah umum seperti sembelit, kembung, dan diare.

‎Dukungan Fungsi Tiroid: Alga laut dikenal kaya akan yodium, mineral kunci yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon ini mengatur metabolisme, energi, dan pertumbuhan sel.

‎Pemulihan Otot Pasca-Olahraga: Bagi penggemar kebugaran, kandungan asam amino taurine dalam sea moss dapat membantu mempercepat proses pemulihan otot (recovery) setelah latihan fisik yang berat.

‎Kesehatan Reproduksi: Kandungan seng (zinc) sering dikaitkan dengan kesehatan reproduksi pria dan produksi testosteron, sementara kalsium dan serat memberikan dukungan hormonal bagi wanita.

‎Sisi Lain: Risiko dan Kewaspadaan

‎Meskipun berstatus “alami”, sea moss bukanlah suplemen tanpa risiko. Bak pedang bermata dua, kandungan yodium yang tinggi bisa menjadi bumerang. Konsumsi berlebihan justru dapat memicu gangguan tiroid (hipertiroidisme) dan ketidakseimbangan hormon yang berbahaya.

‎Selain itu, faktor lingkungan laut juga perlu diwaspadai. Alga memiliki kemampuan menyerap partikel di sekitarnya, termasuk logam berat beracun seperti merkuri dan timbal jika dipanen dari perairan yang tercemar.

‎Beberapa individu juga melaporkan efek samping ringan hingga sedang, seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan saat pertama kali mengonsumsinya. Lebih serius lagi, sea moss memiliki sifat pengencer darah alami. Oleh karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan sea moss ke dalam diet mereka.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *