Connect with us

Sports

Era Emas Bulu Tangkis, 5 Atlet dengan Pendapatan Hadiah Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp44 Miliar!

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sport.okezone.com Transformasi ekosistem bulu tangkis dunia mengalami lonjakan signifikan sejak Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memperkenalkan format kompetisi BWF World Tour. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan prestise turnamen, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan para atlet melalui peningkatan nilai hadiah uang (prize money) yang drastis. Kini, menjadi atlet tepok bulu bukan sekadar mengejar medali, melainkan profesi yang sangat menjanjikan secara finansial.

​Berdasarkan analisis data yang dihimpun oleh laman badmintonranks.com mencakup periode tahun 2007 hingga penutupan tahun pada 31 Desember 2025, terlihat jelas dominasi beberapa nama besar yang berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan fantastis dari lapangan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima pebulu tangkis dengan akumulasi hadiah uang terbesar sepanjang sejarah:

1. An Se-young (Korea Selatan) – Sang Ratu Baru

Di puncak daftar, bertengger fenomena muda asal Korea Selatan, An Se-young. Pada usianya yang baru menginjak 23 tahun, ia telah menetapkan standar baru dalam sejarah bulu tangkis. An Se-young sukses memecahkan rekor pendapatan dalam satu tahun kalender dengan membawa pulang hadiah mencapai USD 1 juta (sekitar Rp16,8 miliar).

​Dominasinya yang tak terbendung sejak 2019 telah menghasilkan 34 gelar juara. Akumulasi kesuksesan ini membuatnya mengantongi total pendapatan sebesar USD 2.671.417 atau setara dengan Rp44,9 miliar. Angka ini menjadikannya pebulu tangkis dengan pendapatan hadiah tertinggi saat ini.

2. Tai Tzu-ying (Taiwan) – Legenda yang Pensiun dengan Tenang

Posisi kedua ditempati oleh maestro teknis asal Taiwan, Tai Tzu-ying. Meski baru saja memutuskan untuk gantung raket, Tai meninggalkan warisan prestasi yang luar biasa. Sepanjang kariernya yang gemilang, atlet berusia 31 tahun ini berhasil mengumpulkan total hadiah sebesar USD 2.595.799 atau sekitar Rp43,6 miliar.

​Pendapatan fantastis ini merupakan buah dari konsistensinya di level tertinggi, termasuk raihan 17 gelar bergengsi di ajang BWF World Tour. Tai kini dapat menikmati masa pensiunnya dengan jaminan finansial yang sangat kukuh hasil kerja kerasnya di lapangan.

3. Viktor Axelsen (Denmark) – Monster Tunggal Putra

Mewakili benua Eropa, Viktor Axelsen mengukuhkan dirinya di peringkat ketiga. Meski kini berusia 32 tahun dan mulai memasuki fase senior dalam kariernya, aura dominasi Axelsen masih sangat ditakuti lawan-lawannya.

​Sebagai “monster” di sektor tunggal putra, Axelsen telah mengoleksi 27 gelar juara BWF World Tour. Prestasi mentereng ini berbanding lurus dengan kekayaannya, di mana ia mencatatkan total pendapatan hadiah sebesar USD 2.547.760 atau setara Rp42,8 miliar.

4. Akane Yamaguchi (Jepang) – Si Kecil Cabe Rawit

Sebelum era dominasi An Se-young, sektor tunggal putri dikuasai oleh Akane Yamaguchi. Atlet asal Jepang ini membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci. Hingga kini, ia masih kompetitif dengan bertahan di peringkat 3 dunia.

​Sepanjang perjalanan kariernya, perempuan berusia 28 tahun ini telah mengumpulkan USD 2.287.911 atau sekitar Rp38,4 miliar. Angka tersebut diraih berkat kerja kerasnya memenangkan 20 gelar juara di berbagai turnamen BWF World Tour.

5. Shi Yuqi (China) – Penguasa Ranking Dunia

Menutup daftar lima besar adalah andalan utama China, Shi Yuqi. Ia merupakan representasi tunggal putra terbaik saat ini, yang sukses menduduki takhta peringkat 1 dunia BWF sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025.

​Pria berusia 29 tahun ini memiliki koleksi 15 gelar juara turnamen BWF. Prestasi tersebut mengantarkannya meraup total hadiah uang sebesar USD 1.976.351 atau setara dengan Rp33,2 miliar, membuktikan statusnya sebagai salah satu atlet terkaya di generasinya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *