Tech
Nissan Wave: Kebangkitan Estetika Retro dalam Era Elektrifikasi Modern

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Nissan dilaporkan tengah bersiap untuk mengguncang pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle atau EV) global dengan rencana peluncuran model hatchback kompak terbaru yang diberi nama Nissan Wave. Mobil ini diposisikan secara strategis di bawah model Micra elektrik dalam hierarki produk Nissan. Langkah ini tidak dilakukan sendirian; Nissan memanfaatkan aliansi strategisnya dengan Renault untuk mengembangkan Wave, di mana mobil ini akan diproduksi di fasilitas Eropa berdampingan dengan saudara platform-nya, Renault Twingo elektrik. Proyek ini menandai upaya serius Nissan untuk menghadirkan solusi mobilitas perkotaan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ramah di kantong. Filosofi Desain: Nostalgia “Pike Car” Era 80-anDaya tarik utama yang membedakan Nissan Wave dari kompetitornya adalah pendekatan desainnya yang unik.
Di saat mayoritas produsen mobil berlomba-lomba menciptakan EV dengan desain futuristik, tajam, dan agresif (seperti wajah robot atau pesawat ruang angkasa), Nissan justru memilih untuk menengok ke belakang demi inspirasi masa depan. Desain Wave dilaporkan akan membangkitkan kembali memori era keemasan JDM (Japanese Domestic Market) akhir 1980-an dan awal 1990-an, khususnya merujuk pada seri mobil “Pike” yang legendaris. Model-model ikonik seperti Nissan Be-1, Figaro, Pao, dan S-Cargo menjadi referensi utama. Mobil-mobil ini dikenal dengan bentuknya yang membulat, “imut”, sederhana, dan penuh karakter. Dengan mengadopsi estetika retro ini, Nissan mencoba memanfaatkan tren nostalgia yang sedang digandrungi konsumen modern, menawarkan sebuah kendaraan yang memiliki jiwa dan kepribadian, bukan sekadar alat transportasi canggih yang dingin.

Meskipun berbalut desain klasik, “jeroan” Nissan Wave sepenuhnya modern. Efisiensi biaya pengembangan dicapai melalui pembagian komponen secara masif dengan Renault Twingo EV. Ini berarti Wave akan mengadopsi arsitektur platform, sistem penggerak (drivetrain), dan teknologi manajemen energi yang sama dengan mitranya dari Prancis tersebut. Berdasarkan laporan awal, spesifikasi teknisnya dirancang khusus untuk kebutuhan komuter urban: Baterai: Menggunakan kapasitas sekitar 27,5 kWh.Teknologi: Mengadopsi sel baterai Lithium Besi Fosfat (LFP). Pemilihan LFP sangat krusial karena teknologi ini lebih murah dan tahan lama dibandingkan baterai nikel-kobalt, meskipun kepadatan energinya lebih rendah. Jarak Tempuh: Estimasi jangkauan mencapai 262 km dalam sekali pengisian daya.
Angka ini dinilai lebih dari cukup untuk aktivitas harian di dalam kota, seperti pergi ke kantor, kampus, atau berbelanja, tanpa perlu membawa beban baterai besar yang mahal. Nissan menyadari bahwa hambatan terbesar adopsi EV saat ini adalah harga yang tinggi. Oleh karena itu, Wave dirancang dengan satu tujuan utama: Keterjangkauan. Nissan menargetkan harga jual di pasar Eropa berada di bawah angka £20.000 (sekitar Rp400 jutaan kurs konversi langsung, namun di konteks Eropa ini termasuk kategori sangat murah). Dengan harga tersebut, Nissan secara spesifik membidik demografi anak muda (Gen Z) dan penduduk kota yang membutuhkan kendaraan kedua yang hemat biaya operasional. Strategi ini menempatkan Wave sebagai salah satu pintu masuk paling aksesibel bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dari merek otomotif ternama (non-Tiongkok). Saat resmi mengaspal nanti, Nissan Wave tidak akan melenggang sendirian. Segmen city car listrik sedang memanas.

Wave akan bersaing langsung secara internal dengan Renault Twingo, serta menghadapi ancaman eksternal dari Volkswagen ID.1 yang dijadwalkan hadir sekitar tahun 2027. Selain itu, gelombang mobil listrik murah dari Tiongkok, seperti BYD Dolphin Surf dan model sejenisnya, menjadi ancaman nyata yang menawarkan fitur berlimpah dengan harga bersaing.Namun, Nissan memiliki senjata rahasia: Karakter. Jika pabrikan Tiongkok unggul di fitur gadget dan pabrikan Jerman unggul di teknik presisi, Nissan Wave menawarkan gaya hidup dan identitas visual yang kuat. Jika Nissan berhasil menggabungkan harga yang kompetitif dengan desain retro yang emosional, Wave berpotensi membuktikan bahwa mobil kecil belum mati dan masih memiliki tempat spesial di hati pengemudi era modern.







