Lifestyle
Waspada Defisiensi “Vitamin Matahari”: 7 Gejala Kekurangan Vitamin D yang Kerap Diabaikan

Semarang (usmnews) – Dikutip CNN Indonesia Vitamin D sering dijuluki sebagai ‘vitamin matahari’ karena sebagian besar kebutuhannya dipenuhi melalui paparan sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari ke kulit. Meskipun memiliki peran vital dalam fungsi tubuh, defisiensi atau kekurangan vitamin D menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di tengah gaya hidup modern yang menuntut banyak aktivitas di dalam ruangan. Gejala kekurangan vitamin esensial ini seringkali bersifat samar dan menyerupai gangguan kesehatan lainnya, sehingga banyak orang cenderung mengabaikannya.
Vitamin D memiliki tugas penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium, yang krusial untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang. Selain itu, vitamin ini juga sangat diperlukan untuk mempertahankan kekuatan otot, mengatur fungsi metabolisme, serta mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh (imun) agar dapat bekerja secara optimal. Mengingat peranannya yang luas, kekurangan Vitamin D dapat memicu serangkaian masalah kesehatan yang tak terduga.
Berikut adalah tujuh tanda di tubuh yang mengindikasikan adanya kekurangan Vitamin D, yang seringkali luput dari perhatian:

- Sistem Kekebalan Tubuh Melemah (Sering Sakit)Kekebalan tubuh bergantung pada ketersediaan Vitamin D yang cukup untuk melawan patogen penyebab infeksi. Ketika kadarnya rendah, tubuh menjadi lebih rentan. Ini ditandai dengan frekuensi terserang penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi musiman lainnya yang meningkat drastis. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan defisiensi Vitamin D dengan risiko terkena penyakit yang lebih parah, termasuk infeksi pernapasan akut.
- Nyeri Otot, Kelemahan, dan Kelelahan: Vitamin D berperan dalam menjaga kekuatan dan fungsi otot yang sehat. Kekurangannya dapat menyebabkan sensasi nyeri otot, kram, dan kelemahan yang tidak dapat dijelaskan, sehingga tubuh terasa cepat lelah. Jika kondisi ini dibiarkan berkepanjangan, terutama pada kelompok lanjut usia, risiko jatuh akibat melemahnya otot dapat meningkat.
- Rasa Sakit Kronis pada Punggung dan Leher: Penurunan massa otot dan gangguan penyerapan kalsium yang dipicu oleh defisiensi Vitamin D dapat memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang. Akibatnya, muncul keluhan nyeri punggung kronis. Banyak dokter merekomendasikan pemeriksaan kadar Vitamin D sebagai bagian dari diagnosis bagi pasien yang mengeluhkan nyeri tulang atau punggung yang tidak kunjung sembuh.
- Kerontokan Rambut Berlebihan: Vitamin D memiliki fungsi penting dalam siklus pertumbuhan rambut, terutama dalam tahap regenerasi folikel. Defisiensi dapat mengganggu siklus ini, menyebabkan kerontokan rambut berlebihan. Kondisi ini bahkan dikaitkan dengan alopecia, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan kebotakan atau kerontokan rambut parah.
- Peningkatan Berat Badan (Obesitas): Terdapat hubungan erat antara kadar Vitamin D yang rendah dengan peningkatan risiko obesitas. Salah satu alasannya adalah Vitamin D bersifat larut dalam lemak dan cenderung tersimpan di jaringan lemak tubuh. Hal ini membuat vitamin tersebut sulit untuk dilepaskan kembali ke aliran darah dan dimanfaatkan oleh tubuh, sehingga turut memengaruhi proses metabolisme.
- Masalah Kesehatan Kulit (Seperti Eksim): Vitamin D membantu menjaga lapisan pelindung kulit dan mendukung respons kekebalan di area kulit. Jika kadar vitamin ini menurun drastis, gejala kondisi kulit seperti eksim (dermatitis atopik) dapat memburuk, ditandai dengan kulit yang semakin merah, gatal, dan meradang.
- Kerusakan Gigi dan Gigi Berlubang: Sama halnya dengan tulang, kesehatan gigi sangat dipengaruhi oleh Vitamin D, yang membantu penyerapan mineral. Kadar yang rendah dapat melemahkan enamel gigi, yaitu lapisan pelindung terluar gigi, dan secara signifikan meningkatkan risiko terbentuknya gigi berlubang atau kerusakan gigi. Sebuah studi berskala besar yang melibatkan ribuan peserta memperkuat kaitan antara defisiensi vitamin D dengan meningkatnya masalah karies gigi.
Mengenali dan memahami tanda-tanda kekurangan Vitamin D ini merupakan langkah awal yang krusial untuk pencegahan. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan meliputi paparan sinar matahari yang cukup di waktu yang tepat, konsumsi makanan yang diperkaya Vitamin D, atau suplementasi, demi memastikan tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal.






