Lifestyle
Hati-Hati Ikuti Tren Candied Salmon Viral: Kenali Risiko Kesehatan dan Cara Pengolahan yang Tepat

Semarang (usmnews) – Dikutip SindoNews Tren kuliner seringkali menyebar cepat di media sosial, dan salah satu yang belakangan ini menarik perhatian adalah hidangan “Candied Salmon”. Hidangan ini, yang pada dasarnya merupakan olahan ikan salmon mentah yang dimarinasi dengan larutan pemanis seperti gula atau sirup maple kemudian diasapkan, menawarkan kombinasi rasa unik manis dan gurih, serta tekstur yang lebih kering dan kenyal. Namun, di balik popularitasnya yang melonjak, para ahli kesehatan dan keamanan pangan mulai menyuarakan peringatan keras. Mengikuti tren ini tanpa memahami proses pengolahan yang benar berpotensi besar menimbulkan bahaya kesehatan yang serius.
Candied salmon sesungguhnya bukanlah inovasi baru. Secara historis, hidangan ini merupakan metode pengawetan ikan yang sudah dipraktikkan oleh masyarakat adat di kawasan Pacific Northwest Amerika Utara selama berabad-abad. Metode tradisional ini melibatkan proses yang cermat, termasuk pengasinan, pengeringan, dan pengasapan dalam waktu lama, yang bertujuan tidak hanya untuk rasa, tetapi juga untuk keamanan pangan.
Namun, versi rumahan atau Do-It-Yourself (DIY) yang viral di media sosial, terutama TikTok, seringkali menyederhanakan prosesnya secara drastis, kadang hanya mengandalkan curing (pengasinan/pemarinasi) dengan gula dan penyimpanan dingin, tanpa melibatkan tahap pengasapan atau pemanasan yang memadai. Inilah inti masalahnya.
Ikan mentah, termasuk salmon, secara alami dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Listeria monocytogenes dan parasit. Proses pengolahan yang tidak tepat, terutama yang tidak mencapai suhu aman untuk membunuh patogen, sangat berisiko. Listeria, misalnya, dapat bertahan hidup di suhu dingin dan menyebabkan penyakit listeriosis, yang sangat berbahaya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Selain itu, ada juga risiko kontaminasi dari parasit seperti cacing pita, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.

Bahaya ini semakin diperparah ketika tren memaksa orang untuk menggunakan bahan atau metode seadanya demi mengikuti euforia Fear of Missing Out (FOMO). Alih-alih mendapatkan camilan lezat dan bernutrisi, mereka justru berhadapan dengan risiko paparan bakteri dan parasit.
Oleh karena itu, jika ingin menikmati candied salmon dengan aman, penting untuk kembali pada prinsip pengolahan yang benar. Membeli dari produsen profesional yang menjamin proses pengasapan dan sterilisasi yang memenuhi standar keamanan pangan adalah pilihan paling aman. Jika ingin membuatnya sendiri, pastikan prosesnya meliputi:
- Pengasinan/Curing yang Efektif: Menggunakan campuran garam dan gula dalam konsentrasi yang tepat untuk menarik kelembaban keluar dan menghambat pertumbuhan bakteri.
- Pengasapan Panas (Hot Smoking): Ini adalah tahap krusial. Salmon harus diasapkan hingga mencapai suhu internal yang aman, idealnya setidaknya 63°C (145°F), untuk memastikan semua bakteri dan parasit terbunuh. Proses ini berbeda dengan cold smoking yang hanya memberikan rasa asap tanpa memasak ikan sepenuhnya.
Pada akhirnya, tren kuliner boleh diikuti, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas utama. Candied salmon bisa menjadi hidangan lezat dan bernutrisi, asalkan kita tidak terbuai oleh kepraktisan versi viral yang menyesatkan dan memahami betul pentingnya pengolahan ikan mentah secara higienis dan tepat sesuai standar keamanan pangan yang telah teruji. Selalu utamakan kesehatan daripada sekadar mengikuti kesenangan sesaat di media sosial.






