Connect with us

Sports

Sejarah Kelam Terulang: 9 Kekalahan dalam 12 Laga, Liverpool Resmi Masuk Fase Krisis

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.sport Raksasa sepak bola Inggris yang berstatus sebagai juara bertahan Premier League, Liverpool, kini tengah menghadapi salah satu periode paling kelam dalam sejarah modern mereka. Di bawah komando manajer Arne Slot, klub yang bermarkas di Merseyside ini seolah kehilangan taringnya dan berubah menjadi tim yang mudah diperdaya oleh lawan-lawannya. Keterpurukan ini mencapai titik nadir baru pada pertandingan Liga Champions yang digelar Kamis (27/11/2025), di mana The Reds harus menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri setelah dilibas PSV Eindhoven dengan skor telak 1-4. Kekalahan menyakitkan dari wakil Belanda tersebut bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan puncak gunung es dari rangkaian performa buruk yang menjangkiti Mohamed Salah dan kawan-kawan. Hasil negatif kontra PSV menandai kekalahan ketiga beruntun Liverpool di semua kompetisi dengan margin skor yang mencolok.

Sebelumnya, mereka telah lebih dulu dipermalukan tanpa balas oleh Manchester City dan Nottingham Forest di kancah domestik, masing-masing dengan skor identik 0-3. Jika ditarik lebih jauh, statistik menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan: Liverpool telah menelan 9 kekalahan dari total 12 pertandingan terakhir yang mereka lakoni.Rentetan hasil buruk ini tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga mencatatkan tinta hitam dalam buku sejarah klub. Berdasarkan data statistik dari Opta, performa skuad Arne Slot telah memecahkan setidaknya enam rekor memalukan yang mencerminkan betapa rapuhnya tim saat ini. Dari sisi pertahanan, Liverpool menjadi tim yang paling “dermawan” kepada lawan. Mereka tercatat sebagai tim Premier League dengan jumlah kebobolan terbanyak di semua kompetisi musim ini, yakni mencapai 34 gol. Lebih parahnya lagi, untuk pertama kalinya sejak September 1992, Liverpool kebobolan lebih dari tiga gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Secara historis, kekalahan tiga kali beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih ini mengulang memori buruk yang terakhir kali terjadi pada Desember 1953, lebih dari 70 tahun yang lalu.Tuah Stadion Anfield yang selama ini dikenal sebagai benteng tak tertembus pun seakan sirna. Musim ini, Liverpool telah kalah tiga kali di kandang dengan selisih tiga gol atau lebih. Jumlah ini menyamai rekor buruk musim 1929/1930. Sebagai perbandingan kontras yang menyedihkan, jumlah kekalahan kandang telak yang dialami Arne Slot dalam waktu singkat ini sudah menyamai total kekalahan serupa yang dialami Liverpool selama 238 pertandingan kandang di era kepelatihan Juergen Klopp. Krisis ini juga tercermin dari performa individu sang kapten, Virgil van Dijk. Bek yang biasanya menjadi pilar kokoh tersebut kini justru menjadi titik lemah. Van Dijk tercatat telah menyebabkan tiga hukuman penalti di semua kompetisi musim ini, jumlah tertinggi dibandingkan pemain Liga Inggris lainnya. Kombinasi rapuhnya lini belakang, hilangnya magis Anfield, dan penurunan performa pemain kunci menempatkan Liverpool dalam situasi darurat yang membutuhkan evaluasi total.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *