Lifestyle
Populer di Media Sosial, Apakah Metode ‘3×3 Before 12 PM’ Efektif untuk Kesehatan?

Semarang (usmnews) dikutip dari cnnindonesia.com Dunia media sosial, khususnya TikTok, kembali melahirkan sebuah tren kebugaran baru yang menarik perhatian publik. Tren tersebut dikenal dengan nama “3×3 before 12 pm”. Berbeda dengan diet ekstrem atau tantangan fisik yang berat, metode ini menawarkan sebuah rutinitas pagi terstruktur yang diklaim mampu meningkatkan energi, memperbaiki kesehatan mental, serta membantu manajemen berat badan.
Asal-Usul dan Klaim Utama
Tren ini dipopulerkan oleh seorang content creator kebugaran bernama Abbie Overturf. Ia memperkenalkan metode ini sebagai rutinitas pribadi yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Overturf mengklaim bahwa metode ini sangat efektif, terutama bagi wanita dengan jadwal padat yang kesulitan menurunkan berat badan atau menjaga kebugaran. Menurutnya, konsistensi dalam melakukan rutinitas ini dapat membawa dampak positif berupa tubuh yang lebih bugar dan perasaan yang lebih bahagia sepanjang hari.

Bedah Rutinitas: Apa Itu Aturan 3×3?
Sesuai namanya, metode ini mewajibkan pelakunya untuk menyelesaikan tiga target spesifik sebelum jam menunjukkan pukul 12 siang. Ketiga elemen tersebut adalah:
Aktivitas Fisik: Berjalan kaki sebanyak 3.000 langkah.
Nutrisi: Mengonsumsi 30 gram protein saat sarapan.
Hidrasi: Meminum sepertiga dari kebutuhan air harian (setara dengan sekitar 4 hingga 5 gelas air).
Perspektif Pendukung: Mengapa Ini Bisa Berhasil?
Robin DeCicco, seorang ahli gizi holistik, memberikan pandangan positif terhadap tren ini. Menurutnya, nilai utama dari tren ini adalah mendorong kesadaran (mindfulness) dalam menjalani pagi hari. Secara fisiologis, komponen-komponen dalam tren ini memiliki dasar yang masuk akal:
Strategi Langkah Kaki: Meskipun target harian yang sering disarankan adalah 10.000 langkah, studi dari The Lancet menunjukkan bahwa 7.000 langkah pun sudah memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan menyelesaikan 3.000 langkah sebelum siang, seseorang sudah menyelesaikan hampir setengah dari target harian tersebut, yang menjadi fondasi baik untuk sisa hari itu.
Pentingnya Protein Pagi: Ini dianggap sebagai poin terkuat. Sarapan tinggi protein terbukti secara ilmiah mampu menstabilkan gula darah, mencegah penurunan energi (energy crash) di siang hari, serta menjaga massa otot dan metabolisme tubuh agar tetap optimal.

Hidrasi untuk Otak: Meminum air dalam jumlah cukup di pagi hari sangat krusial untuk fungsi kognitif, mempertajam memori, dan memperbaiki suasana hati (mood).
Perspektif Kritis: Apakah Ini Ilmiah atau Sekadar “Cocoklogi”?
Meskipun terdengar ideal, tidak semua ahli setuju sepenuhnya dengan validitas ilmiah di balik angka-angka tersebut. Profesor Todd Miller, seorang pakar kesehatan olahraga, menyebut tren ini sebagai “konsep buatan” (made-up concept).
Miller mengakui bahwa manusia menyukai struktur dan panduan yang jelas, itulah sebabnya tren ini mudah disukai. Namun, ia menekankan perlunya memisahkan fakta ilmiah dari strategi pemasaran konten:
Validitas Protein: Miller setuju bahwa asupan 30 gram protein memiliki bukti ilmiah yang paling kuat dan sangat direkomendasikan.
Angka Semu pada Air dan Langkah: Menurutnya, angka “3.000 langkah” dan “sepertiga kebutuhan air” adalah angka yang dipilih secara acak (arbitrer) agar terdengar menarik (cocok dengan tema angka 3), bukan berdasarkan dosis klinis yang spesifik. Tidak ada bukti kuat yang mengharuskan jumlah tersebut harus dicapai tepat sebelum jam 12 siang.
Kesimpulan
Tren “3×3 before 12 pm” pada dasarnya adalah panduan gaya hidup yang positif karena mempromosikan gerak tubuh, hidrasi, dan nutrisi yang baik. Namun, keberhasilannya mungkin lebih disebabkan oleh terbentuknya kebiasaan pagi yang teratur dan konsisten, bukan karena adanya “magis” pada angka-angka spesifik tersebut.







