Education
Pemkot Semarang Angkat Seluruh Guru Honorer Menjadi PPPK pada 2026

Semarang (usmnews) – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa mulai tahun 2026 tidak akan ada lagi guru yang berstatus honorer di wilayah tersebut. Seluruh tenaga pendidik yang sebelumnya bekerja sebagai guru honorer dipastikan telah diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik sebagai pegawai penuh waktu maupun paruh waktu. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Joko Hartono, dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang.
Menurut Joko Hartono, kebijakan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa seluruh guru yang mengajar di Kota Semarang memiliki status yang lebih jelas, terjamin secara hukum, dan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Ia menjelaskan bahwa untuk bisa diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam bentuk PPPK, para guru harus sudah memenuhi persyaratan sertifikasi profesi guru. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa guru memiliki standar kompetensi nasional sehingga mutu pendidikan bagi para siswa dapat terjamin.
Dalam waktu dekat, tambahnya, Pemerintah Kota Semarang juga akan melantik sekitar 400 guru yang telah lolos seleksi PPPK. Pelantikan akan dilakukan pada akhir Desember tahun ini, dan mereka akan mulai bertugas secara resmi mulai 1 Januari 2026. Dengan tambahan ratusan guru ini, kebutuhan tenaga pendidik di kota tersebut diperkirakan sudah mencukupi. Ia juga menegaskan bahwa setelah kebijakan ini berjalan, tidak akan ada lagi istilah guru honorer, guru bantu, maupun guru outsourcing karena semuanya telah beralih menjadi ASN PPPK.
Selain itu, posisi kepala sekolah yang sempat kosong juga segera terisi. Para calon kepala sekolah telah mengikuti diklat sekitar tiga minggu sebelumnya. Jika mereka lulus, usulan pengangkatan akan segera diajukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk proses penetapan jabatan.
Dalam momentum Hari Guru Nasional, Joko menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para guru yang tak kenal lelah mendidik generasi muda. Ia menyebutkan bahwa anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kota Semarang mencapai sekitar 9.000 orang, jumlah yang menunjukkan betapa besar peran guru di kota tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang turut hadir dalam acara tersebut, juga memberikan penghormatan kepada para guru atas peran penting mereka dalam mencerdaskan bangsa. Ia mendorong para guru untuk terus menyesuaikan metode pengajaran dengan perkembangan zaman sehingga penyampaian materi lebih mudah dipahami anak-anak masa kini. Menurutnya, pendekatan pengajaran yang lebih dekat dan komunikatif akan membantu guru memahami karakter serta kebutuhan murid, berbeda dengan pola top-down yang biasa digunakan pada masa lalu.







