Connect with us

Nasional

Siaga Level : IV Gunung Semeru Erupsi!

Published

on

Semarang (usmnews) – Aktivitas vulkanik di Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, dilaporkan mengalami eskalasi yang signifikan dan membahayakan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini kembali menunjukkan aktivitasnya secara dramatis dengan meletus dan meluncurkan fenomena vulkanik paling berbahaya, yang dikenal sebagai awan panas guguran (APG). Peristiwa ini menandai dimulainya fase aktivitas baru yang lebih intens, memaksa otoritas untuk mengambil langkah-langkah mitigasi darurat.

Laporan dari otoritas pemantau gunung api menyebutkan bahwa semburan material piroklastik yang pekat dan bersuhu tinggi ini meluncur dengan kecepatan tinggi menuruni lereng gunung. Jangkauan luncuran awan panas tersebut tercatat sangat jauh, mencapai jarak antara 5 hingga 8 kilometer dari kawah utama. Jarak luncuran yang signifikan ini menunjukkan adanya pasokan magma yang besar dan energi erupsi yang kuat. Luncuran sejauh ini secara otomatis menempatkan area yang lebih luas ke dalam zona bahaya langsung, terutama di sepanjang aliran sungai atau “besuk” yang berhulu di puncak Semeru, yang secara historis menjadi jalur utama bagi material vulkanik.

Sebagai respons langsung terhadap peningkatan aktivitas drastis dan ancaman nyata yang ditimbulkan oleh jangkauan awan panas guguran ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah secara resmi menaikkan status peringatan Gunung Semeru. Status yang sebelumnya berada di Level II atau “Waspada”, kini telah dinaikkan satu tingkat menjadi Level III atau “Siaga”.

Perubahan status ke “Siaga” ini memiliki implikasi yang sangat serius. Ini bukanlah sekadar perubahan administratif, melainkan sebuah sinyal bahwa aktivitas gunung api dapat berlanjut ke erupsi yang lebih besar dengan potensi bahaya yang lebih luas. Status “Siaga” mengindikasikan bahwa otoritas dan masyarakat harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dan segera mengimplementasikan protokol darurat.

Dengan penetapan status Siaga ini, radius zona bahaya di sekitar kawah Semeru secara otomatis diperluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bersama dengan TNI, Polri, dan relawan, akan segera memulai proses evakuasi paksa bagi penduduk yang tinggal di dalam radius bahaya yang baru ditetapkan. Prioritas utama adalah mengosongkan permukiman dan menghentikan segala aktivitas manusia, termasuk penambangan pasir, di area-area yang terancam langsung oleh potensi luncuran awan panas susulan maupun bahaya sekunder berupa lahar dingin saat hujan turun di puncak.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *