Connect with us

Lifestyle

Manfaat Kopi untuk Kesehatan Jantung: Kunci pada Batasan dan Tanpa Gula Tambahan

Published

on

Jakarta (usmnews) – dikutip dari detikhealth.com kopi telah lama dikenal sebagai minuman andalan di pagi hari dan sumber dorongan energi untuk memulai rutinitas. Namun, di balik popularitasnya sebagai stimulan, tahukah Anda bahwa konsumsi kopi yang tepat ternyata juga menyimpan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah?

Sebuah pandangan yang menegaskan hal ini datang langsung dari pakar di bidangnya, Dr dr Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K), seorang Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular dari BraveHeart – Brawijaya Hospital Saharjo.

Kopi: Sumber Antioksidan dan Stimulan Jantung yang Perlu Dibatasi

Menurut Dr. Amin Tjubandi, temuan penelitian mendukung klaim bahwa kopi memang memberikan manfaat positif untuk jantung. Manfaat ini terutama berasal dari dua komponen utama dalam biji kopi, yaitu kafein dan sifat antioksidannya.

Dr. Amin menjelaskan bahwa inti dari biji kopi secara alami memiliki sifat antioksidan, yang dikenal baik untuk melawan radikal bebas dalam tubuh dan berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah.

Namun, ia juga memberikan catatan penting yang tak boleh diabaikan, yaitu adanya kafein. Kafein adalah zat dengan sifat stimulan yang bekerja dengan merangsang kerja jantung. Di satu sisi, rangsangan ini bisa menjadi sumber energi yang dicari.

“Jadi kalau dari inti biji kopinya sendiri memang punya sifat antioksidan,” ujar Dr. Amin. “Tapi harus dicatat juga kopi itu kan mengandung kafein juga. Kafein itu sifatnya stimulan, jadi dia merangsang kerja jantung.”

Syarat Penting Agar Kopi Benar-Benar Sehat untuk Jantung

Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan oleh para penikmat kopi:

1. Batasi Jumlah Asupan Harian

Faktor pertama adalah jumlah kopi yang dikonsumsi dalam sehari. Kafein yang bersifat stimulan memang bisa bermanfaat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, efeknya bisa menjadi negatif. Kelebihan kafein dapat meningkatkan tekanan darah karena sifat stimulasinya yang meningkatkan kerja jantung.

Dr. Amin memberikan anjuran berdasarkan riset yang ada: “Kafein yang dari dua cangkir tersebut itu bisa meningkatkan tekanan darah. Karena ada kafein di situ yang sifatnya stimulansia. Jadi bisa meningkatkan kerja jantung,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “Tapi, rata-rata yang selama ini saya tahu, saya baca, memang satu cangkir kopi cukup ya sehari. Kafeinnya baik, tapi agar tidak berlebihan.”

Dengan demikian, untuk mendapatkan efek positif kafein tanpa memicu risiko peningkatan tekanan darah yang signifikan, membatasi konsumsi hingga satu cangkir per hari adalah pedoman yang disarankan.

2. Hindari atau Kurangi Gula Tambahan

Syarat krusial kedua adalah memperhatikan bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam kopi. Tren mengonsumsi kopi dengan berbagai topping manis dan gula berlebihan seringkali dilakukan untuk meningkatkan cita rasa. Padahal, asupan gula yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung.

Oleh karena itu, kunci untuk mengubah kopi dari sekadar minuman stimulan menjadi minuman yang menyehatkan jantung adalah dengan mengonsumsinya tanpa atau dengan sangat sedikit gula tambahan.

“Kadang kita kan minum kopi itu ditambah gula yang harus manis banget, nah itu yang nggak bikin sehat sebenarnya. Kalau misalnya kita minum kopi, kemudian tidak pakai gula, atau gulanya dikit aja mungkin bisa ada manfaat,” tegas Dr. Amin sebagai penutup.

Secara keseluruhan, kopi memiliki potensi untuk menjadi bagian dari gaya hidup sehat kardiovaskular berkat kandungan antioksidan dan kafeinnya. Namun, manfaat ini hanya dapat diraih jika konsumen disiplin dalam membatasi porsi harian (ideal satu cangkir) dan menghindari penambahan gula berlebihan.

Dengan mematuhi kedua syarat ini, kopi dapat tetap dinikmati di pagi hari sebagai sumber energi sekaligus dukungan untuk jantung.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *