Nasional
Kombes Susatyo: 1.464 Personel TNI-Polri-Pemprov DKI Dikerahkan Kawal Demo Buruh dan Mahasiswa di Jakarta Pusat.

Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat telah mengambil langkah pengamanan yang ekstensif menjelang serangkaian aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di wilayah tersebut. Secara total, sebanyak 1.464 personel gabungan telah disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi, khususnya yang berpusat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) RI di kawasan Senayan. Pasukan pengamanan ini merupakan kolaborasi sinergis antara unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Kamis, menegaskan komitmen aparat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” ujar Kombes Polisi Susatyo. Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk memfasilitasi penyampaian pendapat di muka umum sekaligus memastikan bahwa hak-hak masyarakat lain, termasuk pengguna jalan, tetap terlindungi.
Aksi unjuk rasa utama yang menjadi perhatian adalah demonstrasi yang akan dilakukan oleh kelompok buruh yang terafiliasi pada Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang memilih Gedung DPR/MPR sebagai titik pusat aspirasi mereka. Untuk mengantisipasi dan mengawal konsentrasi massa yang cukup besar di lokasi ini, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 1.464 personel gabungan.
Selain di Senayan, Kombes Susatyo juga mencatat bahwa aksi demonstrasi akan digelar di beberapa titik vital lainnya di Jakarta Pusat. Aksi tersebut melibatkan aliansi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) serta di area sekitar Kementerian Haji dan Umrah (sebuah keterangan yang merujuk pada salah satu kementerian terkait ibadah haji/keagamaan). Untuk mengamankan titik-titik unjuk rasa yang tersebar ini, tambahan 734 personel telah dikerahkan, menjamin bahwa pengamanan berlangsung secara menyeluruh di seluruh wilayah Jakarta Pusat.
Kapolres Susatyo secara khusus mengimbau seluruh massa pengunjuk rasa untuk melaksanakan aksi mereka dalam suasana yang damai dan tertib. Ia menekankan pentingnya bagi massa untuk menjunjung tinggi koridor hukum dan menjaga fasilitas publik. “Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban,” tegasnya. Aparat secara jelas melarang tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan, seperti membakar ban, merusak fasilitas umum, atau melakukan penutupan jalan yang dapat melumpuhkan aktivitas warga.
Terkait dengan manajemen lalu lintas, Susatyo menjelaskan bahwa skenario pengalihan arus lalu lintas akan bersifat situasional, menyesuaikan dengan dinamika pergerakan massa di lapangan. Masyarakat umum sangat disarankan untuk menghindari kawasan DPR/MPR selama aksi berlangsung dan mencari jalur-jalur alternatif untuk menghindari kemacetan dan ketidaknyamanan. “Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami,” katanya.
Sebagai penutup, Kombes Susatyo juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong atau hoaks yang sering beredar di media sosial dan berpotensi memicu kegaduhan atau salah paham. Ia menjamin bahwa seluruh petugas keamanan yang bertugas akan bertindak secara humanis dan profesional, serta tidak dibekali dengan senjata api saat mengawal jalannya penyampaian pendapat, menekankan pendekatan pelayanan publik yang mengutamakan dialog dan ketenangan.






