Nasional
Banjir Parah di Denpasar, Tim SAR Evakuasi Warga di Tengah Akses Terhambat

Denpasar (usmnews) – Tim SAR gabungan terus mengevakuasi warga dari sejumlah titik banjir di Kota Denpasar, Bali, setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 24 jam.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa timnya menghadapi kesulitan besar untuk mengakses lokasi terdampak karena banjir melanda hampir seluruh kawasan kota.
“Tim sangat kesulitan mencapai lokasi. Air setinggi truk membuat kendaraan penyelamat tidak bisa lewat. Kami masih berupaya menuju titik-titik banjir,” ujar Sidakarya di Denpasar, Rabu (11/9).
Banjir Hambat Mobilisasi Tim SAR
Pada pukul 05.20 WITA, Basarnas Bali mengerahkan 14 personel menuju titik banjir awal. Sebanyak delapan orang menuju daerah Kampung Jawa, dan enam lainnya menuju Pulau Biak Taman Pancing. Namun, banjir yang terus meluas dan curah hujan tinggi menghambat pergerakan tim.
Tim Evakuasi Warga dari Lokasi Terparah
Hingga pukul 11.00 WITA, tim SAR gabungan sudah menyebar ke beberapa kawasan banjir parah, seperti Pulau Misol, Pulau Biak 1, Jalan Pura Demak, dan wilayah Teuku Umar.
Di Pulau Misol, petugas mengevakuasi dua balita, dua lansia, dan tiga orang dewasa. Sementara di Pulau Biak 1, seluruh warga telah diamankan di Balai Banjar setempat.
Sekitar pukul 11.59 WITA, tim berhasil mengevakuasi puluhan warga dari Jalan Pura Demak, Kecamatan Denpasar Barat.
“Kami sudah mengevakuasi 53 orang dewasa, 17 anak-anak, dan 11 bayi dari lokasi tersebut,” kata Sidakarya.
Sidakarya Imbau Warga Lakukan Evakuasi Mandiri
Sidakarya meminta warga Denpasar dan sekitarnya untuk melakukan evakuasi mandiri lebih awal, mengingat keterbatasan jumlah personel dan peralatan seperti perahu karet.
“Jika sudah terlihat tanda-tanda bahaya, segera evakuasi diri ke tempat yang aman. Jangan tunggu situasi makin parah,” imbaunya.
Koordinasi Data Terus Berjalan
Basarnas Bali bersama BPBD dan PMI terus memperbarui data evakuasi dan permintaan bantuan agar distribusi personel berjalan efektif dan data korban tidak simpang siur.







