Business
Komdigi dan Telkom Percepat Perbaikan Jaringan Papua Selatan

Jakarta (usmnews) — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) berkoordinasi dengan Telkom Group untuk mempercepat perbaikan layanan telekomunikasi yang terganggu di Papua Selatan. Gangguan ini terjadi akibat kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), jalur utama konektivitas di wilayah tersebut.
Telkom menjadi satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang mengoperasikan SKKL hingga ke Papua, selain SKKL Palapa Ring milik Bakti. Kerusakan kabel terjadi di beberapa segmen SKKL Telkom, yakni ruas Sorong–Fakfak pada 23 Juli 2025 dan ruas Timika–Merauke pada 16 Agustus 2025.
DJID mengungkapkan, gangguan tersebut menyebabkan penurunan kualitas layanan di Provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah. “Berdasarkan informasi dari Telkom, Telkomsel, Diskominfo, dan Balmon setempat, layanan telekomunikasi mengalami penurunan kualitas,” tulis DJID di akun Instagram resmi, Kamis (28/8/2025).
Komdigi menjelaskan, keterbatasan kapasitas cadangan (backup) menjadi penyebab utama penurunan kualitas layanan di Papua Selatan. Pihaknya memberlakukan mekanisme prioritas layanan untuk menjaga kestabilan jaringan. Di Papua Tengah, layanan seluler enterprise Telkomsel tetap beroperasi dengan prioritas tertentu. Layanan 2G berjalan normal tanpa pembatasan, sementara akses 4G dibatasi dengan kecepatan maksimal 1 Mbps per pengguna.
Untuk mengurangi dampak gangguan, Komdigi dan Telkom melakukan tiga langkah utama. Pertama, mereka menambah kapasitas cadangan jaringan. Kedua, mereka menyediakan WiFi Corner di enam titik di Merauke agar masyarakat tetap dapat mengakses internet. Ketiga, Telkomsel dan IndiHome menyiapkan mekanisme kompensasi khusus bagi pelanggan yang terdampak gangguan.
“Kami rutin memberi pemberitahuan kepada pelanggan tentang perkembangan perbaikan. Kami juga menggelar dialog resmi bersama Diskominfo dan media untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat,” tambah DJID dalam akun resminya.
Komdigi dan Telkom terus mengupayakan perbaikan jaringan agar layanan telekomunikasi di Papua Selatan dan Papua Tengah kembali normal secepat mungkin.