Education
Cegah “Lost Learning”, 2 Sekolah Rakyat di Kota Malang Mulai Lebih Awal

Semarang (usmnews) – Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang memulai pembelajaran akademik dasar mulai Senin (21/7/2025).
Pihak sekolah mengambil kebijakan ini untuk mencegah terjadinya lost learning atau kehilangan pembelajaran, meskipun program akademik penuh baru akan berjalan efektif pada September atau Oktober mendatang. Sekolah langsung memulai pembelajaran dini setelah MPLS sebagai bagian dari program persiapan atau matrikulasi yang mereka rancang secara khusus.
“Mulai Senin, anak-anak masuk program persiapan yang bisa berjalan dua hingga tiga bulan. Sedikit-sedikit kami masukkan pembelajaran biar tidak lost learning,” ujar Kepala Sekolah SRMA 22 Kota Malang, Rahmah Dwi Norwita Imtihana, pada Minggu (20/7/2025) silam.
SRMA 22 Kota Malang akan memperkenalkan mata pelajaran yang mencakup materi esensial seperti Bahasa Inggris, Matematika dasar, dan Bahasa Indonesia.
Tujuan utama dari program persiapan ini bukan untuk mengejar target kurikulum, melainkan untuk memetakan kemampuan prasyarat siswa.
Selain akademik, SRMA 22 juga berfokus pada pemetaan bakat dan minat melalui tes berbasis kecerdasan buatan (AI) serta pendampingan konvensional.

Sekolah membimbing siswa mengenali potensi diri dan mengenal profesi seperti tentara atau dokter. Demikian pula, SRMP 16 memulai program matrikulasi dengan mengadakan pelatihan kedisiplinan dan baris-berbaris bersama TNI.