Lifestyle
5 Kebiasaan Pemicu Gagal Ginjal di Usia Muda
Jakarta (usmnews)– Gagal ginjal kini tak lagi hanya menyerang orang lanjut usia. Semakin banyak anak muda yang didiagnosis dengan penyakit ini akibat gaya hidup yang tidak sehat. Dr. Nguyen Quang Huy dari Departemen Penyakit Dalam Umum di Rumah Sakit Umum Tam Anh, Hanoi, Vietnam, menyampaikan bahwa faktor seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat penyakit ginjal memang menjadi penyebab utama. Namun, kebiasaan harian yang tampak sepele juga bisa memicu kerusakan ginjal serius.
Berikut lima kebiasaan yang diam-diam bisa merusak ginjal:
1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tidak Sehat
Banyak orang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan yang kaya natrium. Ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring natrium berlebih, sehingga lama-kelamaan bisa mengalami kerusakan. Tak hanya itu, minuman manis seperti soda dan bubble tea turut memicu obesitas dan diabetes tipe 2, dua kondisi yang sangat berisiko menyebabkan gagal ginjal kronis.
Alkohol juga memperberat kerja ginjal saat tubuh memetabolisme zatnya. Dr. Huy mengingatkan bahwa beberapa makanan mengandung pengawet ilegal yang mengandung logam berat seperti timbal dan kadmium. Zat-zat ini dapat menyebabkan peradangan ginjal (nefritis tubulointerstitial), yang berujung pada atrofi dan gagal ginjal.
2. Kurang Minum dan Menahan Buang Air Kecil
Ketika seseorang jarang minum air, urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko batu ginjal serta penumpukan racun. Menahan buang air kecil juga membuka peluang infeksi saluran kemih karena bakteri berkembang biak dalam kandung kemih.
Dr. Huy menyarankan orang dewasa minum 2 hingga 2,5 liter air setiap hari. Ia juga mengimbau untuk mengurangi konsumsi minuman manis, alkohol, rokok, dan stimulan lain yang bisa menyempitkan pembuluh darah ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
3. Menyalahgunakan Obat-obatan
Banyak orang mengonsumsi obat pereda nyeri atau antibiotik secara sembarangan tanpa resep dokter. Mengonsumsi obat-obatan ini dalam dosis besar atau dalam jangka panjang dapat meracuni ginjal. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat, termasuk untuk penyakit ringan seperti sakit kepala atau flu.
4. Jarang Berolahraga
Gaya hidup pasif atau kurang gerak menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes—semuanya berdampak langsung pada kesehatan ginjal. Untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal, Dr. Huy merekomendasikan olahraga minimal 30 menit, lima hari dalam seminggu.
5. Kurang Tidur dan Terlalu Banyak Stres
Begadang dan kurang tidur dalam jangka panjang mengganggu ritme biologis tubuh, termasuk proses pemulihan ginjal. Stres kronis juga meningkatkan tekanan darah dan hormon berbahaya dalam tubuh, yang lambat laun merusak ginjal.
Kenali Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini
Kerusakan ginjal kerap tidak disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perubahan pola buang air kecil (urine berbusa, volume berkurang, atau sering buang air kecil malam hari).
- Pembengkakan di wajah, tangan, atau kaki.
- Rasa lelah berkepanjangan atau kantuk tak biasa.
- Hilangnya nafsu makan.
- Mual atau muntah.
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
- Kulit terasa gatal, kering, atau menggelap.
- Tekanan darah tinggi.
Jika mengalami gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menjaga kesehatan ginjal bukan hal yang sulit, tetapi membutuhkan kedisiplinan dalam menjalani gaya hidup sehat. Perbaiki pola makan, cukupi kebutuhan cairan, hindari obat sembarangan, aktif bergerak, dan kelola stres dengan baik. Dengan begitu, Anda dapat mencegah gagal ginjal sejak usia muda dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.