Nasional
19 Desa Dan Ribuan Warga Sukoharjo Mengungsi Akibat Banjir
Semarang (usmnews) – Mengutip dari tribun jateng Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukoharjo memicu banjir besar hingga merendam 19 desa di sejumlah kecamatan. Akibat luapan air yang terus naik, sebanyak 1.917 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan ke lokasi yang lebih aman. Sejak malam banjir datang, petugas gabungan bersama relawan bergerak cepat mengevakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, serta keluarga yang tinggal dekat aliran sungai.
Ribuan Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mencatat pengungsian tersebar pada beberapa titik darurat, seperti balai desa, sekolah, dan rumah warga yang bebas genangan. Selain itu, petugas juga mendistribusikan makanan siap saji, air bersih, selimut, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Sementara itu, banyak keluarga memilih bertahan bersama kerabat karena khawatir banjir kembali naik sewaktu-waktu. Hingga kini, aparat masih memantau debit air yang berubah mengikuti intensitas hujan. Beberapa wilayah memang mulai surut, namun genangan masih menghambat aktivitas warga, termasuk akses jalan dan distribusi logistik.
Penanganan Darurat Banjir Sukoharjo Terus Berlangsung
Pemerintah daerah terus mengerahkan personel untuk mempercepat penanganan. Tim kesehatan turut membuka layanan darurat guna mengantisipasi penyakit pascabanjir, seperti diare, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernapasan. Di sisi lain, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.
Setelah air surut nanti, warga harus membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa arus. Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa pendataan kerusakan rumah serta bantuan pemulihan bagi keluarga terdampak. Banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan perbaikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.